Arti Penting dari Pendidikan Karakter

Arti Penting dari Pendidikan Karakter

blankKita tentu prihatin dengan kondisi generasi muda akhir-akhir ini. Banyak berita negatif yang beredar yang dilakukan oleh generasi muda, termasuk anak-anak. Ada maraknya narkoba, miras, seks bebas, perkosaan, bullying, dan masih banyak lagi. Ayah Bunda mungkin bertanya-tanya, bagaimana itu semua bisa terjadi? Bukankah mayoritas penduduk negeri ini adalah muslim? Bukankah di sekolah sudah ada pelajaran agama? Bukankah kegiatan Ramadhan begitu semarak? Mengapa generasi muda kita banyak yang rusak?

Semua kenyataan tersebut tentu membuat kita prihatin, sedih, bahkan dada kita akan terasa sesak. Bukankah generasi muda sekarang adalah calon-calon pemimpin di masa mendatang? Lantas mau jadi apa negeri ini di masa depan jika generasi mudanya banyak yang rusak? Jika kita diam saja terhadap kondisi ini, tentu masa depan negeri ini sangatlah terancam. Termasuk, tentu mengancam anak-anak kita.

Sungguh sulit menemukan karakter pemimpin seperti Muhammad al Fatih yang pada usia muda yaitu 21 tahun sudah bisa memimpin kaum muslim membebaskan Konstantinopel, ibu kota Romawi Timur. Beliau tidak hanya ahli memimpin dan strategi perang, tapi juga pakar dalam bidang sains, matematika, serta menguasai 6 bahasa. Karakter yang kuat seperti beliau sangat dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang baik.

Beliau bisa hebat seperti itu bukan karena proses tiba-tiba dan kebetulan. Tapi beliau sudah mendapatkan tempaan pendidikan dari ulama terkemuka yaitu Syaikh Aaq Syamsuddin. Beliau mengajarkan banyak ilmu kepada Muhammad Al Fatih, diantaranya adalah Al Qur’an, As Sunnah, fikih, ilmu-ilmu keislaman, berbagai bahasa, matematikam astronomi, sejarah, dan ilmu berperang. Salah satu hadits yang beliau ajarkan kepada Muhammad Al Fatih adalah salah satu sabda Nabi : “Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat amir (panglima perang) adalah amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya” (HR Ahmad).

Syaikh Aaq meyakinkan Muhammad Al Fatih bahwa beliau pantas menjadi orang yang disebut oleh Rasulullah SAW tersebut. Maka melalui tempaan pendidikan dari Syaikh Aaq, Muhammad Al Fatih pun tumbuh menjadi pemimpin besar yang dihormati umat Islam dan disegani musuh-musuh Islam.

Oleh karena itu, pendidikan karakter haruslah menjadi kompetensi dalam proses pendidikan anak-anak di negeri ini. Rasulullah SAW menegaskan bahwa setiap manusia yang lahir adalah dalam keadaan fitrah. Jika fitrah ini dijaga dengan baik, maka akan menghasilkan karakter yang positif. Akan tetapi jika fitrah ini tidak dijaga dengan baikm atau ada faktor luar yang merusaknya, maka manusia akan kehilangan karakter positifnya.

Lantas, bagaimana cara melakukan pendidikan karakter agar anak-anak kita menjadi generasi yang positif? Simak lanjutannya minggu depan ya Ayah Bunda.

Demikian, semoga bermanfaat.  (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS