Cara Islami dalam Membina Generasi Muda (bagian pertama)

Cara Islami dalam Membina Generasi Muda (bagian pertama)

Generasi muda adalah generasi penerus generasi sekarang. Dalam ungkapan bahasa Arab disebutkan Syubanu al-yaum rijalu al-ghaddi yang artinya adalah pemuda hari ini adalah tokoh pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, di dalam agama Islam, ada perhatian yang sangat besar pada pendidikan generasi muda, bahkan sejak anak masih kecil.  Kita bisa belajar dari para pendahulu kita di masa kejayaan Islam tentang bagaimana dalam pendidikan karakter generasi muda.

Pendidikan Islami sejak Dini.

Rasulullah SAW bersabda :

“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka“. (HR. Abu Daud).

Hadits tersebut sebenarnya tidak sekedar memerintahkan orang tua untuk mengajarkan sholat kepada anak, tetapi juga hukum-hukum Islam yang lain. Dikarenakan sholat adalah hukum yang paling menonjol, maka hukum sholat inilah yang disebutkan. Di sisi lain, bukan berarti mengajari anak tentang hukum sholat dan hukum Islam lainnya harus menunggu usia 7 tahun.

Di sini bisa kita pahami bahwa keluarga adalah tempat pendidikan pertama dan utama di masa anak-anak. Di masa keemasan Islam, ada kebiasaan keluarga muslim untuk memperdengarkan bacaan Al Qur’an kepada anak-anak sejak sebelum lahir, dilanjutkan di saat bayi, balita, dan masa kanak-kanak. Rutinitas ini membuat anak-anak bisa hafal Al Qur’an di usia sekitar 6 atau 7 tahun. Kita tahu bahwa di usia tersebut adalah masa emas atau biasa disebut Golden Age. Di masa itulah orang tua bisa membentuk anaknya menjadi generasi yang sebaik-baiknya.

Setelah berhasil menghafalkan Al Qur’an, maka anak-anak pun mulai diajarkan untuk menghafalkan kitab-kitab hadits. Tidak mengherankan ketika memasuki usia 10 tahun, mereka sudah menguasai Al Qur’an, Hadits, dan kita-kitab bahasa Arab. Sebagai contoh adalah Mumahhad bin Idris as-Syafii. Beliau sudah bisa memberikan fatwa di usia yang belum mencapai 15 tahun.

Selain pengetahuan yang luas dan luar biasa, anak-anak Islam juga dibiasakan oleh orang tuanya untuk bersama-sama mengerjakan berbagai amal sholeh. Misalnya beribadah sholat, berpuasa, berinfaq, bahkan berjihad. Pembiasaan dan  kebersamaan dalam ketaatan bersama orang tua ini akan sangat membekas dalam diri anak-anak sehingga ketika dewasa kualitas mereka menjadi semakin bertambah luar biasa.

Apa cara lainnya yang dilakukan? Insya Allah kita bahas dalam tulisan di minggu yang akan datang ya Ayah Bunda.

Demikian, semoga bermanfaat.  Bersambung (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *