Cara Islami dalam Membina Generasi Muda (bagian kedua)

Cara Islami dalam Membina Generasi Muda (bagian kedua)

 

Nasib suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Apabila generasi muda dalam kondisi baik, maka masa depan bangsa tersebut akan cerah. Tapi apabila generasi mudanya berkualitas rendah, maka masa depan bangsa tersebut akan suram. Beberapa cara sudah kita bahas di tulisan sebelumnya di artikel sebelumnya yang bisa dibaca di sini.

Pada zaman keemasan Islam, generasi muda dibekali dengan ilmu dan pembentukan mental yang sehat dan kuat. Generasi muda dijauhkan dari kebiasaan hura-hura, dugem, dan kehidupan hedonis lainnya. Mereka juga dijauhkan dari minuman keras, obat-obatan terlarang, dan sejenisnya. Walau hidup ini tentu akan menemui masalah, tetapi dengan pembinaan aqidah yang kuat, maka generasi muda tidak akan lari ke konsumsi narkoba dan sejenisnya. Mereka akan yakin terhadap ketetapan dari Allah, memahami masalah rizki, ajal, dan tawakal dengan benar.

Generasi muda juga diarahkan agar kehidupannya bersih. Pergaulan laki-laki dan perempuan diatur, tidak dibiasakan campur baur dan pergaulan bebas. Potensi mereka diarahkan kepada hal-hal positif, bukan pada kemaksiatan.

Dengan pengkondisian yang demikian, maka generasi muda Islam akan menjadi generasi yang produktif dalam aspek positif. Kondisi ini memungkinkan munculnya karya-karya intelektual yang banyak dan berkualitas. Umat Islam pun mampu meraih kemajuan yang luar biasa, jauh meninggalkan bangsa-bangsa lain yang belum memeluk agama Islam.

Iklim yang dikembangkan adalah bagaimana bisa sibuk dalam ketaatan. Pada dasarnya manusia senang berkativitas dan bersosialisasi. Apabila tidak diarahkan pada ketaatan, maka generasi muda akan sibuk pada kemaksiatan. Oleh karena itu, perlu dikondisikan agar generasi muda sibuk untuk belajar Al Qur’an, belajar hadits, membedah buku-buku karya ulama, juga aktivitas berdakwah di tengah-tengah masyarakat.

Tidak mengherankan jika pada akhirnya muncul ulama-ulama besar yang luar biasa. Misalnya ulama Imam an-Nawawi yang bisa menulis berjilid-jilid kitab di usia muda yaitu sekitar 20 tahunan. Ada juga ulama Imam Ahmad yang mampu menghafalkan sampai satu juta hadis.

Oleh karena itu, apabila kita ingin meraih kejayaan, maka kita harus berkontribusi agar generasi muda ini bisa dibina dengan baik sesuai dengan standard Islam.

Demikian, semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS