Jika Anak Berperilaku Agresif

Jika Anak Berperilaku Agresif

Perilaku agresif merupakan perilaku yang tujuannya untuk menyakiti seseorang atau merusak sesuatu. Ketika anak sudah melewati usia 2 setengah tahun, apabila anak suka menendang atau meninju orang lain, maka bisa dikatakan anak itu menunjukkan tanda-tanda yang kurang bersahabat atau biasa disebut sebagai agresif. Kadang-kadang bertambah besar dan muncul rasa permusuhan yang bisa juga diwujudkan dalam wujud kata-kata.

Anak-anak sifatnya agresif cenderung kurang bisa bergaul. Mereka suka bertengkar, juga melakukan perbuatan perusakan. Kebiasaan lain yang mungkin terjadi adalah sering berbohong, mencuri, juga mengamuk.

Tahap-Tahap Anak Bersifat Agresif :

  1. Instrumental aggression, ini merupakan istilah yang digunakan apabila seorang anak melakukan agresi ketika ingin memperoleh objek yang diinginkan. Menjelang anak berusia 2 tahun, maka seorang anak belajar memperoleh benda yang diinginkannya. Sifat agresi yang ia tunjukan yaitu dengan cara merebut mainan dari anak yang lain.
  1. Social play aggression, ini merupakan suatu jenis agresi ketika anak berusaha keras untuk mendapatkan mainan-mainan dari anak dan juga mengendalikan anak-anak lainnya. Hal ini umumnya terjadi pada anak yang berusia 3 sampai 5 tahun. Ketika anak usianya sudah mendekati 5 tahun atau 6 tahun maka sikap agresinya ditunjukkan dengan cara yang lebih baik. Di usia ini, maka mereka lebih menggunakan kata-kata. Frekuensi agresi juga sudah berkurang. Ketika anak sudah memasuki usia 6 tahun atau lebih, umumnya sifat-sifat agresif sudah sangat berkurang atau hilang.

Penyebab Anak Berperilaku Agresif.

Anak bisa berperilaku agresif umumnya karena kurang bisa bersosialisasi dengan baik. Awalnya bisa berasal dari keluarga ketika anak merasa ditolak atau diperlakukan dengan disiplin yang keras oleh kedua orang tuanya, tetapi tidak konsisten sehingga anak merasa frustasi. Tidak jarang orang tua dari anak-anak agresif merupakan pasangan suami istri yang hubungan keluarganya kurang baik sehingga anak mengalami gangguan emosional, dan anak menjadi kurang memperoleh bimbingan yang baik dari kedua orangtuanya.

Peningkatan Sikap Agresif.

Ada beberapa sebab yang membuat seorang anak bisa meningkat sikap agresifnya diantaranya adalah :

  1. Tayangan kekerasan di televisi atau media lainnya.

Saat ini banyak beredar tayangan film atau hiburan lainnya yang menunjukkan adegan-adegan kekerasan. Ketika anak melihat tokoh-tokoh yang ditampilkan di tayangan tersebut melakukan sikap-sikap agresi, maka anak kemudian menirunya. Menyaksikan tayangan kekerasan bisa membuat anak menjadi ingin menyakiti orang lain.

  1. Rasa Frustasi.

Anak yang mendapatkan hukuman atau bahkan cacian, atau rasa ketakutan, bisa mengakibatkan anak mengalami frustasi. Untuk melampiaskan rasa frustasinya kemudian anak melakukan cara-cara agresi.

  1. Adanya dukungan.

Saat anak merebut barang milik anak lain dan ternyata ia berhasil memperoleh apa yang diinginkannya, maka ia merasa mendapatkan dukungan atau penguatan. Disini anak pun menjadi mempertahankan perilaku agresif nya.

Ayah Bunda, tentu kita tidak ingin anak-anak bersifat agresif. Insya Allah dalam kesempatan mendatang, kita akan membahas bagaimana cara-cara yang bisa kita lakukan untuk melakukan modifikasi perilaku anak. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS