Jika Anak Suka Mencari Perhatian dengan Berbuat Nakal

Jika Anak Suka Mencari Perhatian dengan Berbuat Nakal

Anak sebagai manusia mempunyai kebutuhan pokok yang sangat penting, yaitu ikatan kasih sayang dengan orang dewasa khususnya adalah orang tuanya. Saat anak memasuki usia 7 atau sekitar 8 bulan, maka sudah mulai muncul beberapa tingkah laku anak yang tujuannya adalah memastikan adanya ikatan kasih sayang dengan orang tua atau orang-orang tertentu. Beberapa cara anak menyatakannya adalah dengan misalnya tersenyum, senang kalau dibelai, sedih kalau kehilangan kontak, takut pada orang yang tidak dikenal, dan lain sebagainya.

Anak akan terus berusaha mencari perhatian dengan berbagai cara. Kadang-kadang cara mencari perhatian itu bentuknya adalah perilaku buruk yang kemudian menuntut perhatian dari orang tua. Bahkan bisa jadi perilaku tersebut adalah perilaku yang kemudian ada resiko untuk dihukum. Anak kadang meminta perhatian dengan cara-cara yang membuat orang tuanya jengkel dan marah. Beberapa cara yang sering dilakukan anak untuk mencari perhatian adalah misalnya : tidak mau makan, tidak mau ketika disuruh belajar, berteriak-teriak ketika disuruh pergi ke tempat tidur, menolak untuk berbaring di tempat tidur, tidak mau buang air kecil ketika disuruh untuk buang air kecil di kamar toilet, pipis sembarangan, membuang beberapa barang yang susah dibersihkan, dan lain sebagainya.

Penyebab anak suka mencari perhatian.

Dalam banyak kasus, anak-anak berbuat ulah untuk mencari perhatian orang tuanya, sebenarnya karena disebabkan adanya kebutuhan dasar untuk mendapatkan pengakuan sebagai manusia yang sayangnya kurang ia dapatkan. Misalnya, anak tidak diberi pujian ketika ia melakukan sesuatu yang menurutnya baik. Atau bisa juga karena anak merasa tidak cukup dicintai, tidak diberi tanggung jawab yang diinginkannya, dan lain sebagainya. Apabila anak merasa bahwa untuk mendapatkan perhatian dan dihargai satu-satunya adalah dengan berbuat nakal, maka akhirnya anak akan terus melakukan perbuatan nakal tersebut.

Sebab lainnya dari sikap mencari perhatian yang dilakukan dengan cara berbuat nakal tersebut bisa juga karena anak memiliki kecemasan karena ia tidak yakin akan adanya ikatan kasih sayang yang kuat dari orangtuanya. Sikap keliru dari guru atau orang tua justru bisa membuat anak semakin suka mengumbar kenakalannya. Hal ini karena reaksi orang tua berupa marah adalah hal yang dicari anak yaitu perhatian.

Penanganan yang tepat.

Jangan sampai anak mendapatkan kesan bahwa orang tua menikmati perbuatan nakal mereka. Sebaiknya, kita sebagai orang tua tidak menggubris cara-cara yang tidak baik ini. Tidak menanggapinya lebih baik daripada memperingatkan, atau mengancam, atau menghukum. Kita sebagai orang tua harus membuat anak mengerti bahwa anak sebenarnya sudah cukup besar untuk paham bahwa sudah tidak pantas lagi ia melakukan perbuatan nakal seperti itu. Oleh karena itu, diskusi baik-baik dengan anak dengan memperlakukan mereka sebagai anak yang sudah bisa diajak berpikir adalah lebih tepat. Anak akan merasa dihargai dan merasa diperlakukan sebagai orang yang dewasa. Sebenarnya inilah yang dicari anak. Mereka hanya ingin dimengerti dan merasa diakui sebagai manusia.

Demikian semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *