Kiat Mengetahui Apakah Pemberian MPASI Sudah Tepat atau Masih Kurang

Kiat Mengetahui Apakah Pemberian MPASI Sudah Tepat atau Masih Kurang

Kita sebagai orang tua yang baik, seharusnya tidak sekedar memberikan MPASI pada bayi. Kita juga harus mengetahui dan menganalisis apakah pemberian MPASI pada anak-anak kita sudah benar atau jangan-jangan masih salah. Salah satu indikasi untuk melihat apakah bayi sudah mendapatkan MPASI secara layak atau tidak adalah dengan melihat pertumbuhan dan berat badan bayi.

Pada umumnya bayi akan tumbuh secara optimal apabila bayi mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Kita dapat melihat hal ini dengan cara melihat grafik pertumbuhan bayi dengan membandingkan tinggi dan berat bayi pada usia hingga 24 bulan. Pada umumnya, bayi baru lahir memiliki panjang tubuh 50 cm dan berat bayi adalah 3,3 kg. Sementara itu, lingkar kepala bayi laki-laki sekitar 34 cm dan bayi perempuan adalah 33 cm.

Sejak lahir sampai bayi berumur 3 bulan, berat badan bayi bertambah sekitar 28 gram perhari. Bayi akan mengalami lonjakan pertumbuhan pada minggu ketiga dan minggu keenam.

Pada periode umur 3 sampai 6 bulan, bayi akan bertambah berat badannya sekitar 1/4 kg tiap dua minggu. Pada usia 6 bulan, beratnya naik dua kali lipat dari berat badan saat lahir.

Pada saat bayi berumur 7 sampai 12 bulan, berat badan bayi masih naik sekitar 1/2 kg per bulan. Apabila kita memberikan ASI saja tanpa MPASI, bayi mungkin tidak akan tumbuh sebesar itu. Pada usia ini, bayi membakar lebih banyak kalori karena dia mulai merangkak atau berjalan. Walaupun demikian, sebelum berusia 1 tahun, tinggi badan bayi tumbuh 25 cm, beratnya naik 3 kali lipat dari saat lahir, dan lingkar kepalanya bertambah sekitar 10 cm.

Pemberian MPASI bisa disebut kurang apabila berat badan bayi berada di bawah berat badan normal. Di sisi lain, apabila bayi mengalami kelebihan berat badan, maka bisa dikatakan anda telah memberikan MPASI dengan jumlah yang berlebihan.

Apabila bayi mengalami kekurangan berat badan, maka pemberian MPASI harus lebih serius dan harus lebih diperhatikan. Kita harus menaruh perhatian, apa saja sebab yang membuat bayi menjadi malas makan? Kita sebagai orang tua harus benar-benar memperhatikan bagaimana sikap dan reaksi bayi pada saat ia diberi makan. Tapi kita juga harus tahu bahwa pada saat-saat tertentu, bisa jadi bayi kehilangan selera makan karena sebab-sebab normal, misalnya pada saat yang tumbuh gigi, atau karena sakit.

Sementara itu, apabila bayi mengalami kelebihan berat badan, tentu kita harus mengurangi porsi makannya. Memang, seringkali orang tua senang melihat bayi yang terlihat gemuk karena nampak lucu. Tetapi kita harus sadar bahwa bayi yang kegemukan sebenarnya adalah tidak sehat.

Untuk mempermudah kita melihat proses perkembangan bayi, akan sangat bagus jika kita mempunyai buku khusus yang berisi catatan tentang berat tubuh bayi. Siapkan sebuah buku catatan yang disertai grafik pertumbuhan bayi. Kita sebagai orang tua cukup menandai titik pada grafik tersebut dan dapat dengan mudah kita bisa melihat apakah berat bayi kita normal, ataukah kurang berat badan, atau kelebihan berat badan.

Demikian semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; wwwkarimafoodcom)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima Silakan klik : https://karimafoodcom/ke untuk bergabung GRATIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS