Kiat Meninggalkan Dot Sebelum Usia 2 Tahun

Kiat Meninggalkan Dot Sebelum Usia 2 Tahun

Bayi yang minum susu formula sudah biasanya akrab dengan dot. Apabila usia anak sudah hampir 2 tahun tapi masih suka menggunakan dot, bisa jadi orang tuanya akan menjadi merasa khawatir terhadpa dampak buruknya. Namun jangan sembarangan memaksa anak meninggalkan dot ya Ayah Bunda. Perlu strategi agar anak juga merasa nyaman.

Mengajak anak kecil meninggalkan dot memang bukan pekerjaan yang bisa dilakukan seperti membalikkan telapak tangan. Perlu upaya yang baik  agar bisa sukses tanpa banyak drama. Ketika kita memaksa anak melepaskan dot, anak akan cenderung rewel dan susah tidur. Padahal minum menggunakan dot untuk anak berusia 2 tahun atau lebih, akan menimbulkan resiko terganggunya pertumbuhan gigi, kemampuan bicar, dan perkembangan oromotor. Oleh karena itu, perlu persiapan agar anak sudah bisa meninggalkan dot sebelum usia 2 tahun.

Persiapan sudah bisa kita lakukan sejak usia 6 bulan dengan cara memperkenalkan pengganti dot.

  1. Jika anak selalu menggunakan dot ketika minum susu.

Alasan ini biasa dipilih karena kepraktisan, yaitu anak bisa minum susu sendiri sehingga bisa kita tinggal tanpa harus ditunggui. Padahal, sebenarnya ini kurang baik. Dot beresiko mengandung cairan asam yang dapat mengikis kalsium gigi, juga bisa menyebabkan karies dan gigi berlubang.

Oleh karena itu, perkenalkanlah bayi dengan gelas atau cangkir seruput.

  1. Jika anak selalu minta dot setiap kali menangis.

Ketika anak menangis, maka cara mudah yang bisa dilakukan biasanya adalah memberinya dot. Tapi jika hal ini menjadi kebiasaan, maka anak akan menjadi susah dihentikan kebiasaan mengedot.

Solusinya, jangan selalu menuruti permintaan anak untuk menggunakan dot. Arahkan agar anak mau menggunakan cangkir seruput. Jika sulit, bisa juga upayakan alihkan perhatiannya kepada hal lain.

  1. Jika anak suka mengedot ketika berbaring sampai tidur.

Kebiasaan ini bisa mengakibatkan infeksi telinga karena dot akan terus mengeluarkan cairan ketika anak tertidur dan berhenti menghisap. Cairan dari dalam botol bisa masuk ke rongga telinga dan berkumpul di bagian belakang gendang telinga. Ini bisa mengakibatkan gangguan pendengaran.

Solusinya, jauhkan dot dari anak agar ia lupa pada kebiasaan mengedot. Atau alihkan perhatiannya pada hal lain.

  1. Jika anak selalu mengedot sebelum tidur.

Mengedot untuk minum susu atau minuman lainnya memang efektif membuat anak merasa nyaman dan cepat tertidur. Namun hal ini akan membuat anak tidak akan melakukan gosok gigi. Akibatnya, sisa-sisa makanan ataupun minuman yang mengendap di mulut bisa menjadi penyebab karies, ataupun jamur di rongga mulut.

Solusinya, sebelum tidur, berikanlah anak makanan kecil atau minuman yang membuatnya kenyang dan mengantuk. Jangan lupa biasakan anak untuk menggosok gigi sebelum tidur.

Demikian beberapa cara agar anak bisa meniggalkan dot sebelum usia 2 tahun. Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS