Masalah Gizi pada Balita (bagian 02)

Masalah Gizi pada Balita (bagian 02)

Bayi dan balita harus mendapatkan asupan gizi yang baik. Namun ada beberapa masalah yang bisa membuat bayi mengalami kekurangan gizi. Berikut ini adalah lanjutan pembahasan dari artikel sebelumnya.

Obesitas

Anak yang gemuk memang lucu dan nggemesin, iya kan? Bisa buat mainan, digelinding-gelindingkan… lho kok? He he he… Yah intinya anak kecil yang gemuk selalu tampak lebih nggemesin dari anak kecil yang kurus. Bunda pasti pingin nyubitin terus deh… Tapi perlu disadari bahwa anak gemuk tidak selamanya baik lho. Bayi yang kegemukan punya kemungkinan lebih besar untuk tetap kegemukan pada masa pubertas dan dewasa. Kalau sudah begitu, jadi beresiko lebih tinggi pula kena penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan lain-lain. Obesitas atau kegemukan disebabkan penumpukan lemak yang berlebihan (tidak seimbang) akibat konsumsi yang melebihi kebutuhan termasuk kebutuhan energi untuk pertumbuhan.  Jumlah energi yang masuk dalam tubuh lebih besar daripada energi yang dikeluarkan untuk melakukan aktivitas. Penyebab gangguan keseimbangan energi ini antara lain karena faktor keturunan, konsumsi dan pengeluaran energi. Nah, mengatasi obesitas pada anak umumnya lebih mudah dibanding orang dewasa, karena anak masih dalam masa pertumbuhan. Maka sebaiknya ya dicegah sejak masa kanak-kanak, dengan cara mengatur pola makan sehari-hari. Bunda harus mengusahakan jumlah energi yang dikonsumsi anak seimbang dengan aktivitasnya, jadi yang harus dilakukan bunda termasuk sering-sering mengajak anak main dan bergerak, jadi bundanya ya harus ikut aktif juga ya, jangan malas… 

Anemia Gizi Besi

Kurang mengkonsumsi zat besi dari angka kecukupan yang dianjurkan atau absorbsi (penyerapan) zat besi yang rendah dapat menyebabkan anemia gizi besi. Anemia gizi ini secara perlahan akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak sehingga daya tangkapnya menurun. Jadi kurang zat besi ini juga bisa bikin anak lola ya bunda… Waspadalah…! Selain itu anak juga akan mudah kena penyakit karena daya tahan tubuhnya menurun. Lebih jauh lagi, pertumbuhan, kesegaran fisik dan interaksi sosial juga menurun.  Untuk masalah ini, bunda sebaiknya memilih makanan sumber protein hewani karena zat besinya lebih mudah diserap oleh tubuh. Apa saja contohnya? Ya sebut saja hati, daging sapi, telur dan termasuk ikan. Sementara untuk yang nabati, jenis makanan lain yang juga kaya dengan zat besi di antaranya gandum, jagung, kentang, ubi jalar, talas, ketan hitam, kacang-kacangan, tahu, kurma, apel, jambu, belimbing, alpukat, dan sebagainya.

Kurang Vitamin A

Kekurangan vitamin A menyebabkan mata tidak dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya yang masuk ke dalam retina. Misal dari siang yang terang memasuki malam yang gelap, atau saat berpindah dari satu ruangan yang terang ke ruangan yang gelap, bila saat itu mata mengalami kesulitan dalam melihat, itu tandanya anak kurang vitamin A. Masalah/penyakit mata itulah yang sering disebut dengan rabun senja. Apabila berlanjut anak akan mengalami xeropthalmia yang pada akhirnya bisa mengakibatkan kebutaan. Waduh…! Gak bisa diremehin dong ya bunda? Seperti masalah gizi lain, daya tahan tubuh anak juga akan menurun dan akibatnya rentan terhadap serangan  bakteri dan virus, alias gampang sakit. Selain itu bunda, vitamin A juga berhubungan dengan darah yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Artinya apa? Jika kita kekurangan vitamin A, maka produksi darah terganggu atau malah tidak bisa diproduksi sama sekali. Meskipun bisa diproduksi, sel darah merah yang dihasilkan tidak tahan lama, umurnya pendek dan mudah pecah. Kalau sudah mengalami begini ya inilah yang disebut dengan anemia. So, agar kebutuhan Vitamin A tercukupi dianjurkan mengkonsumsi sayuran terutama sayuran dan buah yang berwarna oranye atau hijau tua seperti wortel, bayam, ubi merah, labu kuning, mangga dan pepaya.

Gangguan Akibat Kurang Iodium (GAKI)

Gangguan akibat kurang iodium atau GAKI  merupakan salah satu penyakit penyebab retardasi mental. Bunda mungkin lebih sering mendengar penyakit gondok sebagai akibat dari kekurangan iodium. Bunda, sebenarnya gondok tidaklah selalu identik dengan GAKI. Iodium merupakan unsur yang sangat penting dalam pembentukan hormon tiroid. Hormon ini yang berperan penting dalam pertumbuhan normal, perkembangan fisik dan mental. Hormon ini juga diperlukan untuk perkembangan otak agar dapat berkembang optimal. Maka, konsekuensi GAKI tidak hanya masalah desakan mekanis yang ditimbulkan oleh gondok. Ada gangguan fungsi lain yang dapat dan sering menyertai gondok yang harus musti lebih diwaspadai seperti keterbelakangan fisik dan mental dan rendahnya IQ, hipotiroidisme, dan kretin. Keterbelakangan mental ini sudah bukan lola lagi ya bunda… Ini sudah jauh lebih berat dari sekedar lola. Masalahnya seringkali kondisi ini ringan hingga sulit diketahui kecuali dengan diagnosis yang baik.  (www.karimafood.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS