Menanamkan Karakter Suka Menolong dengan Kegiatan Berkemah

Menanamkan Karakter Suka Menolong dengan Kegiatan Berkemah

Menolong adalah suatu karakter untuk mudah membantu atau meringankan beban kesulitan orang lain. Membantu orang lain itu bisa dalam arti supaya dapat melakukan sesuatu ataupun membantu orang lain untuk melepaskan dirinya dari bahaya. Dengan kata lain, menolong berarti menyelamatkan atau meringankan penderitaan orang lain.

Contoh atau teladan dari orang tua sangat penting agar anak-anak bisa mempunyai karakter mudah menolong. Hal ini perlu dilakukan sejak dini agar bisa menumbuhkan rasa kepekaan juga mengasah empati anak sehingga mereka mempunyai perilaku suka menolong di tengah-tengah masyarakat.

Alternatif kegiatan untuk menanamkan sikap suka menolong.

Kegiatan ini bisa dilakukan sebagai kegiatan di sekolah anak-anak kita. Rencanakanlah sebuah kegiatan berkemah selama 1 atau 2 hari. Anak-anak dipersiapkan secara mental agar suka mengikuti kegiatan ini. Anak-anak dikelompokkan dengan baik agar mempunyai komposisi yang menarik atau merangsang adanya kerjasama antar siswa. Sebelum berangkat, anak-anak perlu diingatkan agar bekerja sama dan saling menolong antara satu anak dengan anak yang lain.

Pada saat kegiatan ini, maka anak-anak bisa saling membantu terkait dengan barang-barang yang dibawa. Anak-anak juga akan tumbuh sikap kekompakan di dalam kelompok.

Penting untuk diingatkan bahwa ketika seorang anak membutuhkan pertolongan orang lain, maka alangkah baiknya ia mengucapkan kata “tolong” ketika meminta bantuan. Setelah ia mendapatkan bantuan dari temannya, maka anak tidak boleh lupa untuk mengucapkan “terima kasih”. Apabila ada seorang anak yang dimintai tolong oleh anak yang lain, tetapi ia tidak bisa membantu, maka ingatkan pula untuk tidak lupa mengucapkan kata “maaf”.

Tiga kata tersebut yaitu kata “tolong”, “terimakasih”,  dan “maaf”, adalah beberapa kata yang harus kita tanamkan kepada anak sehingga menjadi kebiasaan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Alangkah baiknya pula kita tanamkan kepada anak agar tidak perlu menunggu dimintai bantuan oleh temannya. Apabila ia merasa bahwa ada temannya yang membutuhkan bantuan sementara ia bisa membantu temannya tersebut, maka tanamkanlah sikap kepada anak untuk suka menawarkan bantuan kepada temannya walaupun temannya tersebut belum atau tidak meminta bantuan darinya. Apabila ada anak yang kemudian dibantu oleh temannya walaupun ia tidak minta bantuan, maka ingatkan pula kepada anak yang ditolong agar senantiasa mengucapkan “terimakasih”.

Dalam kegiatan bersama seperti berkemah ini, ada banyak sekali aktivitas yang sangat mungkin anak tidak mampu melaksanakannya secara mandiri. Tentu anak membutuhkan bantuan gurunya atau temannya untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat bagus sebagai alternatif pembiasaan kepada anak agar senantiasa suka menolong temannya, juga sadar bahwa sebagai manusia kita tidak bisa hidup sendirian. Kita senantiasa butuh bantuan orang lain.

Apabila sikap suka menolong dan menghargai orang lain ini bisa menjadi kebiasaan, maka tentu hidup ini akan lebih indah. Situasi tolong menolong inilah yang ada di dalam ajaran agama Islam.

Allah berfirman (yang artinya) : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [TQS : al-Maidah ayat 2]

Demikian semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS