Mencintai Anak Tanpa Syarat

Mencintai Anak Tanpa Syarat

Melatih kemandirian anak tidak selalu mudah. Anak bisa juga membantah, marah, mengamuk, dan lain sebagainya. Mungkin akan terasa menjengkelkan ya Ayah Bunda. Tapi untuk membentuknya agar menjadi anak yang baik, sholeh/sholihah, mutlak membutuhkan cinta tanpa syarat dari kedua orang tuanya.

Hapus Rasa Kecewa

Orang tua seringkali menginginkan lahirnya anak laki-laki, khususnya untuk anak pertama. Tapi bagaimana jika yang lahir justru anak perempuan? Kita tidak boleh merasa kecewa ya Ayah Bunda. Apalagi jika kekecewaan itu mampu dirasakan oleh anak. Rasa kecewa dari orang tuanya akan membuatnya serasa menjadi sosok yang tidak diinginkan. Kenakalan anak pun justru bisa muncul. Anak laki-laki atau perempuan sebenarnya sama saja, yaitu sama-sama bisa mengantarkan kita ke surga ketika benar-benar memegang amanah sebagai orang tua dengan baik. Jangan sampai kita berlaku diskriminatif karena perbedaan gender anak.

Kendalikan Kemarahan Orang Tua.

Sewaktu anak mengamuk atau berbuat nakal, bisa jadi kita menjadi emosi ya Ayah Bunda. Kita pun kemudian memarahi anak dalam kondisi marah. Hal seperti ini tidak baik. Memarahi anak dalam arti mendidik anak memang perlu kita lakukan. Tapi pastikan hati kita tetap dingin. Jika hati kita benar-benar sedang marah, sebaiknya jangan memarahi anak pada saat itu. Ambillah air wudlu dan tenangkan diri di kamar. Ketika hati kita sudah mulai tenang, barulah kita memarahi anak dalam arti menasihati dan mendidik anak.

Hargai Kekurangan Anak.

Orang tua sudah wajar mempunyai harapan yang tinggi terhadap anaknya. Orang tua ingin anaknya berprestasi di sekolah, rajin belajar, rajin membantu, dan lain sebagainya. Namun tidak jarang, harapan ini tidak sesuai dengan kenyataan. Prestasi anak Anda anggap kurang baik. Jika ini terjadi, janganlah terburu-buru menyalahkan anak. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, termasuk anak Anda. Evaluasilah kembali prosesnya, dan cobalah perbaiki. Selama prosesnya sudah dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh, Anda tidak perlu merasa kecewa. Manusia dinilai dari prosesnya, bukan hasilnya.

Empati kepada Anak.

Empati dari orang tua sangatlah penting dalam proses pendidikan Anak. Empati merupakan wujud nyata cinta tanpa syarat dalam wujudnya yang nyata. Adanya empati dari orang tua akan membuat anak merasa dipahami dan diterima meskipun ketia kelakuan anak tidak baik. Cobalah untuk mengajak anak berbicara tanpa nada menyalahkan. Pahami perasaannya. Misalnya anak mengamuk dan merusak barang-barang. Cobalah berkata : “Nak, kamu sedang sedih?” (tarik nafas). Setelah itu cobalah dengarkan alasannya. Ajarkan kecerdasan emosi.

Lihat Kesalahan Anak dari Sudut Pandang Anak.

Bisa jadi Anda merasa emosi ketika anak berbuat nakal. Anda pun terpancing untuk marah kepada anak. Dalam pandangan kita, tentu anak dalam posisi salah. Namun cobalah untuk menggunakan sudut pandang yang lain yaitu sudut pandang anak. Perbuatan nakal anak bukanlah perbuatan tanpa sebab. Tentu ada alasannya. Bisa jadi anak merasa tidak diperhatikan, keinginannya tidak dipenuhi, lapar, dan lain sebagainya. Fokuskan perhatian Anda kepada penyebab anak berbuat nakal, bukan pada perilaku yang nampak.

Demikian, semoga bermanfaat ya Ayah Bunda.  . (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS