Mengajak Anak Shalat dengan Pembiasaan

Mengajak Anak Shalat dengan Pembiasaan

Perkenalkan Shalat Sedini Mungkin

Pendidikan ibadah khususnya shalat bisa diperkenalkan kepada anak-anak sejak masih bayi. Apabila tiba waktu shalat, maka lebih baik anak kita aja shalat bersama kita. Letakkan bayi di dekat kita seolah-olah ikut shalat berjamaah bersama kita. Ini merupakan suatu pembelajaran pertama bagi bayi, yaitu ketika ia mulai melihat bagaimana kebiasaan ayah atau ibunya ketika beribadah shalat. Nanti seiring perkembangan usianya, anak akan mulai mencari perhatian dan ia tidak akan menyukai jika ada orang disekitarnya diam membisu ketika sedang shalat dan tidak memperhatikannya. Bisa jadi, pada saat itu anak akan mulai marah jika ditinggal shalat.

Walau demikian, pada akhirnya anak akan sadar bahwa ia tidak akan berhasil mencari perhatian orang tuanya ketika sedang melakukan ibadah shalat. Justru anak akan mulai tenang bahkan mulai melibatkan diri dengan meniru gerakan shalat orang tua atau kakak-kakaknya. Memang, pada usia 1 sampai 2 tahun, bisa jadi perilaku anak memang benar-benar mengganggu ibadah shalat kita, misalnya mereka akan berlari mengitari kita yang sedang shalat, atau menarik-narik mukena, bisa juga menaiki pundak ayah ketika sujud, dan berbagai macam tingkah anak lainnya. Namun Ayah Bunda tidak perlu terlalu risau akan hal ini, karena ini merupakan proses anak dalam mengenal shalat dan berusaha ikut menikmati ibadah shalat.

Fleksibilitas untuk Anak

Anak-anak berusia di bawah 3 tahun sangat mungkin terasa berperilaku mengganggu ketika Ayah atau Bundanya sedang beribadah shalat. Sikap mereka dalam shalat juga nampak masih seperti bermain-main dan tidak serius. Anak-anak tidak mau diam di atas sajadahnya untuk mengikuti gerakan-gerakan salat kita dari awal hingga akhir. Mereka belum bisa berkonsentrasi penuh dalam mengikuti ritme shalat orang dewasa. Oleh karena itu, biarkanlah mereka untuk setidaknya mengikuti 1 rakaat awal. Setelah itu biarkanlah jika mereka bergerak dengan gerakan-gerakan yang belum sesuai gerakan shalat.

Dalam usia anak yang masih di bawah 3 tahun, maka biarkanlah anak menikmati cara shalat yang ia sukai. Rasulullah sendiri memberikan suatu keringanan bagi anak-anak dalam proses belajar shalat ini untuk shalat lebih cepat dari orang dewasa, supaya mereka tidak terlalu cepat bosan.  Boleh bagi Ayah Bunda jika ingin mengendalikan gerakan mereka yang terlalu banyak dan susah dihentikan. Misalnya dengan memberikan syarat boleh bergerak tapi tidak boleh sampai mengganggu orang yang berada di dekatnya, atau tidak boleh sampai keluar dari sajadahnya. Dengan demikian, si anak masih mungkin untuk bergerak aktif tapi masih dalam batas sajadahnya sendiri.

Di usia ini tidak perlu dipaksakan anak harus shalat dengan kriteria khusyu’ seperti orang dewasa. Namun Ayah Bunda tetap harus memahamkan bahwa ketika sedang shalat, anak harus bersikap lebih serius dari biasanya, serta mengurangi keinginan untuk bermain-main. Jadi tetap harus memperhatikan keseimbangan antara keceriaan dengan kekhusukan.

Dalam mengajarkan shalat ini, kita tidak perlu melakukan pemaksaan yang berlebihan, misalnya dengan mengancam atau menakut-nakuti anak. Hal ini justru bisa mematikan kelincahan serta keberanian anak. Bisa jadi pada saat itu anak patuh terhadap perintah Aanda untuk tidak bergerak sama sekali ketika sedang shalat bersama Anda. Tetapi sebenarnya hal itu hanya akan menumbuhkan ketakutan anak kepada Ayah Bunda.

Seiring dengan usia anak yang semakin bertambah maka, anak perlu semakin didekatkan dengan kebiasaan shalat dalam keluarga, walaupun masih belum bisa untuk menyelesaikan shalatnya dengan tuntas secara khusyuk. Biarkanlah hal ini sampai usia anak menginjak 6 tahun. Apabila anak sudah masuk usia 7 tahun, maka Ayah Bunda harus mulai tegas terhadap anak untuk latihan shalat. Mereka harus mulai mengikuti gerakan shalat secara lengkap dari awal sampai akhir, walaupun bisa jadi belum hafal dengan seluruh bacaannya.

Target pendidikan shalat di usia 7 tahun ini sesuai dengan Hadis Rasulullah SAW yaitu : “Ajarilah seorang anak untuk mengerjakan shalat ketika dia berumur 7 tahun dan pukullah dia (jika masih meninggalkan shalat) ketika dia berumur 10 tahun.” (H.R. At-Turmudzi).

Demikian semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *