Mengajarkan Kejujuran kepada Anak Melalui Permainan

Mengajarkan Kejujuran kepada Anak Melalui Permainan

Jujur merupakan kesesuaian antara hati dan perkataan seseorang. Jujur adalah berkata apa adanya, tidak berbohong, tidak melakukan kecurangan dalam sebuah kegiatan atau perbuatan lainnya. Jujur juga bermakna keselarasan antara suatu berita dengan kenyataan yang ada. Jadi apabila suatu berita sesuai dengan kenyataan yang ada, maka bisa dikatakan sebagai benar atau jujur. Akan tetapi, jika antara berita dengan faktanya berbeda, maka bisa dikatakan sebagai dusta.

Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing pada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur.” (HR. Muslim).

Secara umum kejujuran dapat kita bagi menjadi 3 bagian, yaitu :

  1. Jujur dalam niat, yaitu memurnikan niat ibadah hanya semata karena Allah saja.
  2. Jujur dalam ucapan yaitu mengucapkan hanya kebenaran saja, dan menjauhi ucapan yang dusta, sia-sia, dan tidak ada gunanya.
  3. Jujur dalam amal perbuatan yaitu dengan menyesuaikan ucapan dengan perbuatannya.

Permainan Kejujuran untuk Anak.

Permainan ini melibatkan beberapa anak atau banyak anak. Anak-anak kita bagi dalam dua kelompok. Semua anak kita minta untuk berbaris di luar ruangan membentuk suatu barisan yang panjang sesuai dengan jumlah anggota kelompok tersebut. Jarak antar anak di dalam kelompok tersebut kurang lebih jaraknya adalah tiga langkah. Jumlah anggota antar kelompok anak diupayakan harus sama. Apabila ada kelebihan 1 anak, maka jadikan anak tersebut sebagai wasit atau observer.

Mintalah anak-anak untuk membentuk suatu barisan yang panjang. Anak paling depan berada di dekat kita. Sementara anak yang berada di ujung barisan adalah anak yang terakhir.

Cara Bermain.

Kita memberikan secarik kertas  berisi tulisan satu kalimat kepada anak yang berdiri di barisan paling depan. Anak tersebut kemudian bertugas meneruskan pesan tersebut kepada anak yang berada di belakangnya dengan cara berbisik. Begitu seterusnya sampai pesan ini diteruskan secara berantai kepada anak yang berdiri di barisan paling belakang. Anak yang berdiri paling belakang kemudian bertugas menuliskan pesan yang sampai kepadanya di selembar kertas yang telah disediakan. Tulisan pada kertas ini yang akan kita cocokkan dengan data yang dipegang anak yang berdiri di barisan paling depan.

Dalam permainan ini, anak-anak belajar untuk jujur dalam menyampaikan informasi. Anak-anak belajar untuk bermain tertib dan sportif. Ia tidak boleh mendengarkan pesan yang bukan ditujukan untuknya.

Setelah permainan, bisa dilakukan diskusi mengenai permainan yang baru saja dilakukan. Dalam permainan ini, bisa saja suatu kelompok memperoleh suatu kemenangan. Akan tetapi nanti kita evaluasi,  bagaimana dengan prosesnya? Apakah permainan tersebut dilakukan dengan jujur atau dengan kecurangan? Kita bisa mendiskusikan dengan anak-anak, mana yang lebih baik, apakah menang dengan tidak jujur atau mengakui kekalahan tapi dengan melakukan permainan dengan jujur?

Dalam permainan ini anak-anak belajar bahwa tujuan tidak boleh menghalalkan segala cara. Diskusi ini akan menjadi lebih menarik jika semua anak-anak terlibat aktif di dalamnya.

Sebagai penutup acara permainan ini, kita bisa memberikan nasihat dan peringatan kepada anak mengenai arti penting berkata jujur. Harapan kita, semoga sifat-sifat jujur ini bisa dipahami oleh anak dan kemudian dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian, semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS