Mengenal Alergi Yang Sering Terjadi Pada Anak

Mengenal Alergi Yang Sering Terjadi Pada Anak

Sebagai orang tua, tentu kita merasa sedih ketika mengetahui bahwa anak kita yang masih kecil tiba-tiba diare, muntah, atau mengalami bengkak di bagian tubuh tertentu sebagai reaksi dari alergi yang ia derita. Kondisi ini selain membuat kita bingung tentu akan membuat kita merasa kasihan kepada anak.

Saat ini fakta yang ada adalah penderita alergi semakin meningkat di berbagai wilayah dunia. Oleh karenanya, alergi saat ini menjadi permasalahan global.

Ayah Bunda yang berbahagia, sebelum kita mengalami panik yang berlebihan, lebih baik sebagai orang tua yang cerdas kita belajar lebih dalam mengenai serba-serbi alergi yang bisa dialami oleh anak-anak. Harapannya agar kita bisa mendapatkan solusi yang tepat.

Alergi sendiri sebenarnya merupakan reaksi tubuh yang berlebihan atau hipersensitif terhadap lingkungan, ataupun terhadap bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya.  Hal ini banyak terjadi pada anak dengan usia di bawah 3 tahun, dan dapat timbul seiring perkembangan usia.

Ada banyak jenis alergi, namun ada beberapa jenis yang paling sering menyerang bayi dan balita, di antaranya adalah :

  1. Telur Unggas.

Alergi telur unggas ini dipicu karena adanya 3 protein dalam telur, yaitu ovomucoid, ovalbumin, dan conalbumin. Sering terjadi, penderita alergi terhadap telur unggas ini juga akan menderita alergi terhadap daging ayam, kalkun, dan hewan-hewan unggas lainnya. Syukurnya, sekitar 80% sampai 90% alergi telur unggas pada anak-anak biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika anak-anak masuk usia 3 tahun.

  1. Tungau Debu.

Alergi tungau debu ini merupakan reaksi terhadap partikel kecil yang bisa hidup di dalam debu. Partikel kecil ini mampu berkembang biak dalam suhu yang hangat dan lembab, misalnya di dalam selimut, kain, karpet dan lain sebagainya. Dampaknya kepada anak diantaranya adalah menyebabkan demam, pilek, bersin, mata merah, dan hidung tersumbat. Namun bisa juga menyebabkan kejadian yang lebih berat misalnya membuat anak mengalami asma berat, dada sakit, sampai sesak nafas.

  1. Ikan dan Makanan Laut Lainnya.

Ikan dan makanan laut merupakan salah satu alergen yang cukup kuat. Reaksi yang bisa muncul pada anak misalnya adalah asma. Walau hanya sekedar mencium aroma ikan laut ketika sedang dimasak, anak yang sangat sensitif bisa berubah kondisinya menjadi bersin-bersin dan sesak nafas. Bisa juga karena konsumsi ikan dan makanan laut ini, membuat anak menjadi bengkak di sekitar bibir atau muntah-muntah.

  1. Susu Sapi.

Bagi bayi yang masih kecil, susu sapi akan dianggap sebagai protein asing. Oleh karena itu, susu sapi sebaiknya diberikan setelah bayi berusia 1 tahun. Protein pada susu sapi bisa menyebabkan alergi yang tetap sampai masa akhir kanak-kanak. Hal ini termasuk juga jika anak mengkonsumsi produk olahan susu, misalnya es krim, keju, dan yogurt. Biasanya anak akan mengalami diare dan muntah.

  1. Sayur dan Buah-Buahan.

Anak juga bisa mengalami alergi terhadap sayur dan buah-buahan. Biasanya, sifat alerginya akan hilang jika sayur dan buah dimasak selama 2 menit.

  1. Kacang-Kacangan.

Anak juga bisa mengalami alergi karena pemicu kacang tanah, kacang mede, dan jenis kacang-kacangan lainnya. Biasanya hanya menimbulkan reaksi yang kecil, misalnya berupa gatal di tenggorokan.

Ayah Bunda, ketika kita mengetahui bahwa anak kita memiliki alergi tertentu, sebaiknya jangan menangani alergi tersebut dengan membiasakan anak untuk mengonsumsi sumber alergi (alergen) dengan harapan akan meningkatkan kekebalan tubuhnya. Hal ini karena dikhawatirkan, jika kadar Immunoglobulin E semakin tinggi, justru akan menimbulkan resiko gejala alergi di waktu yang akan datang justru akan bertambah berat. Oleh karena itu, sebaiknya Ayah Bunda segera berkonsultasi ke dokter anak agar didapatkan langkah yang paling tepat. Dokter umumnya akan melakukan wawancara untuk mengetahui apa penyebab alergi pada anak. Misalnya akan menanyakan tentang latar belakang pola makan dan pola hidup anak kita, kemudian baru dokter akan melakukan tes alergi.

Demikian beberapa hal mengenai alergi yang sering terjadi pada anak. Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *