Menjaga Anak Agar Tidak Berbicara Kotor

Menjaga Anak Agar Tidak Berbicara Kotor

Saat anak memasuki usia 3-4 tahun, maka kemampuan berbicara anak sudah semakin baik, kosakata yang dimiliki juga sudah semakin banyak. Anak pun sudah mampu menjelaskan ketika ia ditanya mengenai beberapa hal. Akan tetapi, terkadang kita akan terkejut ketika mendengar bahwa ternyata anak mengucapkan kata-kata berupa makian atau kata-kata jorok yang bagi orang dewasa sangat tabu untuk diucapkan. Kita tentu sangat prihatin ya Ayah Bunda.

Kita harus paham bahwa pada usia 3-4 tahun, anak memang sedang sangat senang untuk bereksperimen dengan bahasa. Sangat mungkin bahwa sebenarnya anak tidak memahami makna dari kata-kata jorok yang ia ucapkan. Anak hanya mengetahui respon dari orang-orang di sekitarnya yang meresponnya misalnya dengan tertawa. Melihat respon tersebut maka anak akan terpancing untuk mengulangi mengucapkan kata-kata jorok tersebut. Jadi anak sebenarnya tidak senang mengucapkan kata-kata kotor, tetapi ia hanya senang melihat ekspresi yang ditunjukkan orang-orang di sekitarnya.

Lantas, bagaimana respon yang baik apabila kita mendengar anak berkata-kata kotor? Misalnya anak mengatakan “kentut bau” tanpa alasan sambil tertawa-tawa. Atau anak mengatakan “air kencing” juga tanpa alasan?

  1. Jangan tertawa atau menanggapi dengan emosi. Ekspresi kita tersebut hanya akan membuatnya senang dan akan mengulanginya kembali.
  1. Jelaskan kepada anak bahwa kata-kata tersebut tidak pantas diucapkan sembarangan. Misalnya anak memang ingin pergi ke toilet untuk buang air kecil atau buang air besar, maka cukup mengatakan bahwa ia ingin buang air kecil atau buang air besar. Gunakan kata tersebut sesuai dengan kebutuhan.
  1. Apabila anak masih terus melakukannya bahkan pada saat ada beberapa orang yang sedang makan, maka mintalah anak untuk berhenti makan saat itu juga, dan suruh anak untuk pergi ke tempat lain. Jelaskan bahwa orang lain akan terganggu dengan ucapannya.

Dalam kasus lain, misalnya anak mengeluarkan kata-kata makian ketika saat sedang tantrum. Bisa jadi anak melakukan ini karena ia meniru orang-orang dewasa atau bisa juga dari tayangan televisi yang menampilkan tokoh yang sedang marah dan mengeluarkan kata-kata yang kasar.

Alternatif solusi :

  1. Kita harus mengetahui mengapa anak marah. Bisa jadi mainannya direbut saudaranya. Cobalah selesaikan masalah tersebut terlebih dahulu.
  1. Pahamkan kepada anak bahwa tidak ada orang yang senang mendengar kata makian.
  1. Apabila anak sudah mulai tenang, jelaskan padanya untuk menggunakan kata-kata sopan walaupun ketika sedang marah.

Demikian semoga bermanfaat ya Ayah Bunda. (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS