Agar Anak Terbiasa dengan Makanan Bergizi

Agar Anak Terbiasa dengan Makanan Bergizi

blank

Sebagai orang tua, kita perlu memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang mencukupi untuk tumbuh kembang anak kita. Namun terkadang orang tua bingung ketika anak-anak justru menyukai makanan yang menurut kita kurang sehat atau kurang bergizi. Sementara makanan sehat dan bergizi yang kita siapkan justru kurang diminati.

Bagaimana mengatasinya?

Ayah Bunda bisa mencoba beberapa cara sebagai berikut :

Pertama, Jadilah Orang Tua Kreatif dalam Mengolah dan Menyajikan Makanan.

Anak-anak sangat memperhatikan cara penyajian makanan. Penyajian yang “biasa saja” mungkin akan membuat mereka kurang berminat.cobalah untuk membuat variasi dalam penyajian, misalnya membentuk makanan menjadi bentuk tertentu yang disukai anak, seperti berbentuk segitiga, kotak, mirip binatang lucu, dan lain sebagainya.

Kedua, Membatasi Alternatif Makanan.

Anak-anak bisa menyukai makanan lain bisa jadi karena memang tersedia di rumah. Cobalah untuk menyiapkan makanan bergizi saja dan jangan ada makanan lain di rumah. Jika anak-anak sudah lapar, maka mereka hanya mempunyai  satu alternatif saja yaitu makanan bergizi.

Ketiga, Jauhi Kebiasaan Jajan.

Jajan mungkin memang menyenangkan. Tapi jika menjadi kebiasaan, bisa membuat makanan bergizi yang disajikan menjadi kurang diminati. Maka jangan biasakan anak-anak terlalu sering jajan di luar, apalagi jika tidak terjamin kebersihan dan kesehatannya.

Keempat, Penyelipan Pendidikan Gizi dalam Dongeng.

Anak-anak suka sekali dengan dongeng. Tidak sedikit anak-anak yang suka mendengarkan dongeng sebelum tidur. Cobalah Bunda mendongeng untuk anak dengan memodifikasi cerita atau membuat cerita sendiri. Ada karakter yang sakit-sakitan dan ada karakter yang sehat dan kuat. Karakter yang sakit-sakitan tersebut karena sering makan makanan kurang bergizi, sementara karakter yang sehat dan kuat karena suka makanan sehat dan bergizi yang disiapkan orang tuanya. Harapannya, dengan penyelipan materi dalam dongeng ini, akan membuat anak-anak berubah pikiran tanpa harus diceramahi.

Demikian beberapa kiat agar anak terbiasa dengan makann bergizi. Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda.  (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

5 Jurus Jitu Merayu Anak agar Mau Makan

5 Jurus Jitu Merayu Anak agar Mau Makan

blank

Ayah Bunda pernah mengalami situasi anak tidak mau makan? Tentu repot ya dalam situasi ini. Terlebih kita sadar bahwa anak yang susah makan bisa menyebabkan anak kekurangan gizi. Kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab stunting.

Berdasarkan data yang diperoleh, Menkes menyebut kasus stunting di Indonesia menunjukan angka 37,2 persen.  Artinya 4 dari 10 anak di Indonesia dipastikan mengalami stunting.

 (Sumber : https://www.tribunnews.com/kesehatan/2018/08/03/empat-dari-10-anak-indonesia-alami-stunting-menkes-sebut-negara-rugi-hingga-ratusan-triliun)

Lantas, bagaimana caranya agar anak mau makan? Silakan perhatikan beberapa jurus berikut ini ya Ayah Bunda :

Pertama, Jangan Memaksa Anak untuk Makan.

Pemaksaan kepada anak akan memberikan pengalaman tidak menyenangkan bagi anak. Akan berakibat kurang baik bagi perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, sebaiknya Ayah Bunda mencoba mencari tahu terlebih dahulu, mengapa anak susah makan?

Kedua, Kondisikan agar Anak Merasa Lapar.

Seringkali anak tidak mau makan adalah karena anak memang tidak merasa lapar. Kita sendiri tentu juga tidak berselera makan bukan ketika dalam kondisi kenyang? Bisa jadi anak baru saja minum susu atau banyak makan cemilan. Oleh karena itu, sebaiknya sekitar 2 jam sebelum jadwal makan, janganlah anak diberikan susu atau cemilan yang akan membuatnya merasa kenyang.

Ketiga, Ciptakan Situasi Gembira.

Anak sangat peka sekali perasaannya. Perubahan suasana hati akan sangat berdampak pada selera makan anak. Oleh karena itu, usahakan selalu menciptakan suasana gembira, terlebih di waktu makan. Tidak jarang orang tua yang justru memulai menciptaan situasi kurang menyenangkan, bisa jadi karena terburu-buru mau pergi.

Keempat, Berikan Menu Makanan yang Bervariasi agar Anak Tidak Bosan.

Anak bisa jadi merasa bosan pada makanan yang diberikan. Terlebih jika menunya hanya itu-itu saja, bahkan rasanya mungkin juga kurang enak. Oleh karena itu, berikanlah menu makanan yang bervariasi agar anak tidak merasa bosan. Paket Lauk Anak dari Karima bisa menjadi alternatif solusi yang Ayah Bunda bisa pilih. Lauk anak ini terbukti sudah membuat anak doyan makan dan ketagihan.

Kelima, Cobalah Cicipi Terlebih Dahulu Makanan yang Akan Diberikan kepada Anak.

Bisa jadi anak enggan makan adalah karena rasa makanan yang diberikan tidak terasa enak di lidah. Oleh karena itu, cobalah Ayah Bunda cicipi makanan tersebut. Jika memang terasa tidak enak, tentu wajar jika anak-anak tidak mau memakannya. Carilah makanan lain yang rasanya lebih enak ya Ayah Bunda.

Demikian beberapa cara untuk mengatasi anak yang susah makan. Silakan dicoba ya Ayah Bunda. Jika masih ada kesulitan, silakan jangan sungkan-sungkan berbagi pengalaman dengan kami. Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda.  (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

Mengatasi Balita yang Sulit Makan

Mengatasi Balita yang Sulit Makan

Semua orang tua tentu
punya keinginan dan harapan untuk memberi yang terbaik bagi buah hatinya.
Namun, tidak jarang keinginan itu malah terbentur dengan permasalahan anak yang
susah makan atau sulit melahap makanan yang disediakan untuknya. Ini adalah
permasalahan klasik yang kerap terjadi. Padahal, sulit makan yang
berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan sang anak.
Jelas saja, kalau anak susah makan, otomatis ia akan kekurangan asupan zat-zat
gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.  Oleh karena itu, bagi para orang tua
sekalian, terutama bunda, harus senantiasa melakukan pemantauan terhadap status
gizi anak. Bagaimana caranya? Bunda bisa mengetahui status gizi anak dengan
memantau perkembangan berat badan dan tinggi badan anak berdasarkan umur.

Apa yang bisa kita
lakukan  kalau balita kita susah makan?
Berikut sedikit tips dan triknya :

  1. Ciptakan suasana makan yang
    nyaman, sehingga nafsu makan anak bertambah.
  2. Beri pengertian pentingnya
    makanan, katakan “biar adik sehat”, “bisa jalan-jalan dengan ayah-bunda”, “bisa
    bermain dengan teman2”, dan lain-lain.
  3. Beri makanan dengan porsi yang sedikit,
    terutama makanan baru/yang tidak disenangi.
  4. Makanan selingan dan susu jangan
    berlebihan, misal untuk balita susu cukup diberikan 2 gelas sehari.
  5. Biasakan makan bersama dengan
    anggota keluarga yang lain, sebab anak akan melihat dan mengikuti apa yang
    dilakukan orang tuanya saat tersebut.
  6. Jangan memaksa dan mengancam anak
    jika tidak mau makan. Anak akan menganggap bahwa makanan adalah hukuman orang
    tuanya dan hal ini akan mempengaruhi perilaku makannya.

Nah, tidak susah kan? Selamat mencoba ya bunda… (www.karimafood.com)

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS