MPASI untuk Bayi Usia 6 Bulan

MPASI untuk Bayi Usia 6 Bulan

blank

Bagaimana cara mulai memberikan MPASI pada bayi usia 6 bulan? Tidak perlu bingung ya Ayah Bunda. Bisa digunakan cara sebagai berikut :

Pertama, Dimulai dengan memberikan satu jenis buah yang sudah dihaluskan. Buah yang bisa dimanfaatkan contohnya adalah : pisang, pepaya, bisa juga apel kukus yang dijus.

Kedua, Bayi diajak berkenalan dengan bubur susu tapi dengan proses sedikit demi sedikit agar bayi mulai terbiasa dengan teksturnya.

Ketiga, Berikan ASI atau susu formula di sela-sela waktu makan utama. Pemberian susu atau cairan dihitung dari kebutuhan cairan per usia dan berat badan bayi. Misalnya kebutuhan cairan pada bayi usia trimester pertama sekitar 150 cc/kg BB/hari.

Demikian beberapa cara dalam memberikan MPASI kepada bayi. Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda.  (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

 

Makanan Bergizi yang Baik untuk Bayi

Makanan Bergizi yang Baik untuk Bayi

blankAyah Bunda pernah terbersit pertanyaan, kapan bayi mulai boleh diberi makanan padat sebagai pendamping ASI? Wajar ya jika muncul pertanyaan ini, karena kita tentu tidak ingin bayi belum siap menerima makanan padat di usia yang terlalu dini. Menurut para pakar kesehatan dan dokter, biasaya saat bayi berusia 6 bulan ke atas barulah diperkenankan diberi makanan padat sebagai makanan pendamping ASI.

Lantas, makanan apa saja yang baik kita berikan untuk bayi? Berikut ini beberapa pilihannya ya Ayah Bunda :

Pertama, Alpukat.

Makanan berstektur lenbut ini memgandung vitamin A, vitamin C, magnesium, niasin, juga zat besi yang sangat baik untuk bayi. Cocok untuk membantu bayi mengenal buah. Cara penyajiannya adalah dengan menghancurkan terlebih dahulu dengan menggunakan blender sehingga menjadi lebih lembut dan mudah dimakan oleh bayi.

Kedua, Pisang.

Buah ini sangat mudah untuk dibuat menjadi lumat sehingga mudah dimakan dan dicerna oleh bayi. Pisang mengandung gizi seperti asam folat, potassion, selenium, juga biotin yang bermanfaat untuk bayi.

Ketiga, Brokoli.

Mengenalkan sayuran kepada bayi terlebih dahulu daripada buah adalah lebih baik karena rasa sayur lebih tawar dibandingkan dengan buah. Brokoli mempunyai zat gizi serat folat serta kalsium.

Keempat, Kentang.

Kentang banyak mengandung karbohidrat yang baik digunakan sebagai karbohidrat pengganti dari nasi. Kentang mempunyai kandungan vitamin A, zat besi, protein, serta potassium. Cara mengolah kentang agar bisa dinikmati bayi adalah dengan cara memasaknya menggunakan microwave atau direbus. Setelah kentang matang kemudian dipotong dan dilembutkan agar mudah dimakan oleh bayi.

Kelima, Tahu.

Tekstur tahu yang lembut menjadikan makanan ini bisa menjadi salah satu MPASI untuk bayi. Bahan tahu yang beraal dari kacang kedelai mempunyai nilai gizi yang sangat berguna untuk bayi. Zat gizi di dalamnya adalah protein, kalsim, serta zat besi. Kelebihannya, tahu adalah makanan yand dapat menyerap berbagai rasa. Oleh karena itu, Ayah Bunda bisa menyajikan tahu dengan aneka rasa yang bermacam-macam sehingga lebih disukai bayi.

Keenam, Yogurt.

Yogurt mempunyai kandungan gizi tinggi seperti lemak, karbohidrat, dna protein. Teksturnya yang lembut akan memudahkan bayi dalam memakannya.

Demikian beberapa pilihan MPASI yang baik untuk bayi. Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda.  (Tim Karima; www.karimafood.com)

Bagi Ayah Bunda yang ingin berlangganan materi edukasi tentang Bayi, Balita, dan Pendidikan Anak, silakan bergabung ke WA Group Edukasi Karima. Silakan klik : https://karimafood.com/ke untuk bergabung. GRATIS.

Bayi Sehat Karena Ibu Cerdas

Bayi Sehat Karena Ibu Cerdas

Bunda pasti sudah sering menjumpai di pasaran banyak dijual aneka makanan bayi siap saji dalam berbagai kemasan. Ya jaman sekarang memang serba instan. Hampir semua yang kita perlukan tersedia di supermarket. Namun, soal makanan bayi ini, cobalah bunda sempatkan mempersiapkan sendiri dengan bahan-bahan alami dan segar. Bagaimanapun juga, makanan yang dipersiapkan sendiri tentu lebih baik dilihat dari segi gizi, kesehatan dan  higienisnya. Pastinya juga bebas dari bahan pengawet kan?

Hal-hal yang penting diperhatikan dalam menyiapkan makanan bayi dan batita adalah :
  1. Pemilihan bahan pangan yang cocok baik jenis, kualitas dan kuantitas.
  2. Perlakuan terhadap bahan pangan
  3. Peralatan yang digunakan
  4. Higienis dan sanitasi
  5. Penyusunan menu makanan untukbayi dan batita.

Karena sistem pencernaan bayi relatif belum sempurna maka pemilihan bahan pangan yang akan diberikan untuk bayi hendaknya disesuaikan dengan usia.

Berikut ini panduannya :

a. Usia 4 s.d 6 bulan.

Pada usia ini sudah dapat diberikan buah-buahan dan sayuran seperti pisang ambon, apel, alpokat, pepaya, pear, wortel, bayam, labu kuning, kentang, ubi jalar, jagung manis dan sebagainya.

b. Usia 7 s.d 9 bulan

Pada usia ini sudah dapat ditambahkan protein hewan seperti kuning telur dan ikan.

c. Usia 9 s.d 12 bulan

Bahan makanan yang dapat diberikan di usia ini adalah makanan berbahan dasar tepung seperti roti, pasta dan lain-lain. Ada juga sumber protein hewani seperti ayam kampung, daging, susu,  dan produk olahannya. Selain itu juga sayuran dalam bentuk utuh yang direbus untuk latihan mengunyah seperti brokoli, wortel, buncis dan sebagainya. (www.karimafood.com)

 

Menu MPASI 6 Bulan Pertama

Menu MPASI 6 Bulan Pertama

Seorang bayi merupakan buah hati yang perlu diberikan perawatan ekstra oleh bunda dan ayahnya. Ini karena kondisi tubuhnya serba rentan terkena penyakit. Maka dari itu, sejak awal kelahirannya, ASI Eksklusif (0-6 bulan) adalah satu-satunya makanan untuk bayi agar kesehatan dan gizi bayi tetap baik. Tapi, setelah usia 6 bulan, MPASI sangat dibutuhkan. Berikut penjelasannya.

Apa Yang Harus Bunda Lakukan?

Kondisi buah hati yang telah memasuki usia 6 bulan tentunya sudah mempunyai rangsangan dan refleks yang berbeda dengan usia sebelumnya. Terutama pada syaraf dan organ tubuhnya. Sehingga pada usia inilah sang buah hati harus memulai mengkonsumsi asupan baru demi mendukung tumbuh kembangnya. Karena jika hanya ASI saja, justru hal itu akan menghambat pertumbuhan bayi dan perkembangannya malah kurang baik.

Lalu apa yang harus bunda dan ayah lakukan sebagai langkah pertama dalam memulai pemberian asupan makanan sebagai pendamping ASI? Tahap pertama yang harus diberikan orang tua kepada buah hatinya adalah memberikan makanan dengan menu buah-buahan dibuat menjadi puree buah. Pilihlah menu buah bertekstur lembut seperti pisang, buah naga, alpukat, pepaya, apel atau juga mangga.

Kemudian jika sudah mengenalkan bayi dengan puree buah-buahan dan sudah terbiasa, bunda dan ayah harus segera menambah jenis bahan puree, karena jika terus-terusan memberikan satu macam puree, bayi justru akan kekurangan asupan gizi. Di tahap berikutnya berikanlah puree dari sayur-mayur seperti zukini, wortel, parsnip, kentang, ubi, labu, bayam. Berikan puree buah dan sayur bergantian berbagai variasi.

Jika sudah diberi puree buah dan sayur-mayur, mulailah diberi puree karbohidrat seperti oatmeal atau tepung beras. Kemudian puree protein seperti tahu, daging ayam, ikan salmon, daging sapi, tahu, tempe, kacang merah. Puree karbohidrat dan puree protein juga berfungsi untuk menambah asupan gizi terhadap buah hati karena dengan semakin banyaknya variasi makanan maka tumbuh kembang bayi semakin baik.

MPASI Seimbang Menurut WHO/UNICEF

Para ahli peneliti kesehatan dari World Health Organization dan The United Nations Children’s Fund mengatakan bahwa pada dasarnya bayi boleh memakan apa saja dari menu meja makan keluarga dan harus diperhatikan enam komponen penting pada makanan tersebut, diantaranya frequency (frekuensi MPASI), amount (jumlah takaran MPASI), thickness (tekstur makanan MPASI), variety (jenis MPASI), active/responsive feeding dan hygiene.

Frequency (Frekuensi MPASI) yang dimaksud adalah jumlah waktu makan bayi diberi asupan puree buah, sayur, karbohidrat maupun protein. Tetapi ingat, pada awal-awal perkenalkan dahulu puree buah-buahan. Frekuensi untuk bayi baru menginjak 6 bulan adalah berikan puree buah sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Kemudian jika sudah berjalan, tingkatkan menjadi 3 kali sehari.

Amount (jumlah takaran MPASI) pada saat membuat puree dengan jenis apapun itu tentunya harus disesuaikan dengan kapasitas lambung bayi serta kandungan kalori. Kemudian tentang thickness (tekstur makanan MPASI) tentunya bayi hanya dibolehkan diberi asupan makanan dengan tekstur yang lembut dan halus tetapi tidak terlalu encer atau cair juga. Lalu variety (jenis MPASI) sudah dipaparkan di awal yaitu variasi puree baik buah, sayur, karbo dan protein.

Active/responsive feeding adalah tentang keaktifan bunda dan ayah untuk melakukan proses pemberian makanan seperti membujuk, sabar, penghiburan, perhatian, dan sebagainya. Dan terakhir tentang hygiene, tentunya baik bahan makanan, peralatan makan dan minum bayi hingga tangan bunda dan ayah sendiri haruslah bersih dan higienis agar kesehatan tetap terjaga.

Itulah pembahasan tentang menu MPASI 6 bulan pertama bagi bunda dan ayah untuk dilakukan pada buah hati tercinta, selalu ingat tahapan awal haruslah puree buah, kemudian lanjut puree sayur, karbohidrat dan protein. Semua itu tentu haruslah diperhatikan frekuensinya, takaran, tekstur, variasi, keaktifan bunda dan ayah serta higienitasnya. (www.karimafood.com)

 

×

Assalamualaikum wr wb.

Silakan chat via WA atau email ke admin@karimafood.com

× Chat CS